Petualangan Shila dan Dicky ke Pulau Lembata, Adonara, dan Larantuka Bersama Torajamelo

December 6, 2019

Petualangan Shila dan Dicky ke Pulau Lembata, Adonara, dan Larantuka Bersama Torajamelo

Seperti yang sudah diketahui, AVO dan Torajamelo bekerjasama untuk memberdayakan perempuan di Nusa Tenggara Timur. Pada bulan November, 2019 ini Avoskin mengirimkan perwakilan perusahaan yaitu Ashilla Bela dan Dicky Erianto untuk melakukan kunjungan ke Pulau Lembata bersama dengan TORAJAMELO.

Dalam perjalanan ini, AVO seperti diajak membuka mata tentang keindahan alam di timur Indonesia, kondisi sosial dan ekonomi di pulau tersebut, potensi tenun yang mereka kembangkan selama ini, adat yang masih kental dan menjadi pegangan hidup, hingga semangatnya untuk terus meraih pendidikan tinggi, dan semangat untuk terus bertumbuh. Bagaimana kisah perjalanan mereka di Indonesia bagian timur ini? Baca cerita lengkap dari mereka di bawah ini ya.

Bagaimana perjalanan ke Lembata dan Adonara kemarin? Seru tidak?

Seru banget petualangan kami di NTT kemarin, perjalananku kemarin sangat berkesan. Kami jadi lebih mengenal orang Indonesia di belahan lainnya. Perjalanan kali ini adalah kali pertama aku (Dicky) berkunjung ke wilayah di luar pulau Jawa.  Tentu saja, pengalaman ini sangat berharga untuk kami.

Kegiatan apa saja yang kalian lakukan di Lembata dan Adonara?

Kegiatan kami di sana ada banyak ya. Kami melihat langsung kehidupan ina-ina di sana. Saat hari pertama, ada upacara penyambutan untuk kami yang seru dan indah. Kami juga ikut mereka ke pasar dan tentunya kami juga melihat mereka menenun ya.

Kami juga ikut pertemuan-pertemuan PEKKA untuk merencanakan berbagai kegiatan lainnya yang bermanfaat bagi para ina kedepannya.  PEKKA ini adalah Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga, kebanyakan ina yang tinggal di Adonara dan Lembata ini berperan sebagai kepala keluarga. Banyak dari keluarga di sana yang menggantungkan hidup pada wanita, banyak suami yang penghasilannya kurang, suami meninggal, atau hilang tidak ada kabarnya.

Bagaimana orang-orang di sana? Ada kesulitan yang dialami di sana tidak?

Orang-orang di sana baik semua bahkan kami disambut dengan sangat baik. Selama di sana tidak kesulitan yang berarti, komunikasi kami lancar karena mereka semua juga lancar berbahasa Indonesia. Mungkin kesulitannya adalah akses jalan yang kurang baik jadi ada beberapa jalan yang belum diaspal, masih bebatuan. Jalan yang seperti ini membuat kami lebih lama sampai ke tempat tujuan. Selain jalan yang belum diaspal, beberapa perahu sering ditunda karena kurangnya personil atau lokasi pelabuhan yang belum cukup untuk berlabuh.

Hal berharga apa saja yang didapatkan dari perjalanan ke Lembata dan Adonara?

Banyak hal berharga yang kami dapatkan dari perjalanan bersama Torajamelo kemarin. Kami belajar lebih menghargai hidup saat melihat para ina berjuang bertahan hidup walau sulit. Semangat juang mereka sangat kuat padahal mereka hidup di lingkungan yang kurang bersahabat. Mereka juga tidak menggantungkan hidup pada pria saja.

Hal lainnya yang membuat kami kagum adalah mereka sangat mengedepankan pendidikan. Para ina selalu mengusahakan untuk memberi pendidikan yang baik bagi anak-anak mereka. Mereka bisa kuliah sampai luar pulau tapi paling banyak di area Kupang. Para ina ingin anak-anak mereka mendapat pendidikan yang baik dan berguna untuk kehidupan mereka nantinya.