One Man One Country : Elisabeth Rustaviani Menjelajah Kota Taipei dalam 5 Hari

October 21, 2019

One Man One Country : Elisabeth Rustaviani Menjelajah Kota Taipei dalam 5 Hari

Solo traveling adalah salah satu program dari PT AVO Innovation Technology, biasa disebut dengan One Man One Country. Perusahaan akan memberi kesempatan berkunjung ke luar negeri sendirian untuk orang yang terlibat dalam perusahaan. Kali ini Elisabeth Rustaviani, Content Writer AVO berkesempatan mengunjungi Taipei, Taiwan.

Pada awal Oktober 2019, Elisabeth Rustaviani mendapat kesempatan untuk pergi ke Taipei, Taiwan. Dia harus berkeliling negara asing sendirian tanpa ditemani orang lain. Seperti apa sih pengalamannya saat berkeliling Taipei?

Bagaimana perasaanmu saat berkunjung ke Taipei?

Sebenarnya tidak takut sama sekali ketika berkunjung ke negara lain. Mungkin karena sudah terbiasa pergi ke mana saja sendirian jadi hal seperti ini bukan hal baru. Saat sampai di Taipei memang bingung awalnya karena tidak bisa bahasa mandarin sama sekali tapi lama kelamaan jadi terbiasa.

Kesulitan apa saja yang dialami saat di Taipei?

Kesulitannya banyak banget ya! Karena saya tidak bisa bahasa mandarin, jadi untuk komunikasi susah yah. Sebagai solo traveler jadi pergi ke mana saja lebih hemat naik MRT dan Bus, tapi jalur MRT nya susah sekali. Berkali-kali saya tersesat dalam MRT karena gak ngerti bahasanya dan jalurnya. Untungnya, di Taipei ini google Map membantu banget jadi ke mana saja tinggal google map. Aplikasi itu juga memberikan jalur MRT sampai jalur bus secara rinci.

Ada hal lucu atau menarik yang ditemui?

Banyak banget! Hal ini paling lucu menurutku, saat berkunjung ke Houtong Cat Village saya masuk ke satu rumah makan dan tidak ada orang yang bisa bahasa inggris. Jadi, saya asal tunjuk menu dengan bahasa mandarin itu. Sewaktu datang ternyata datang dua piring, mie dan daging/telor. Saya bingung itu daging apa tapi sepertinya sih kelamin babi jantan. Karena tidak mau jadi saya berikan ke anjing yang lewat saja. Bisa-bisanya asal tunjuk dan dapat organ itu.

Hal lainnya saat berkunjung ke Raohe Night Market ada satu tempat untuk perawatan kulit yang tidak biasa. Jadi, muka pengunjung diberi bedak sampai putih semua lalu terapisnya menggunakan benang untuk memijat kulit pengunjung. Ternyata ini perawatan tradisional China yang sudah mulai dilupakan. Sebelum ada perawatan dan skincare modern seperti sekarang, orang China merawat kulit dengan cara ini.

Hal yang aku sukai dari Taipei adalah hampir semua tempat wisatanya gratis. Karena aku suka dengan sejarah dan sejarah China adalah hal yang menarik untukku, aku berkunjung ke banyak museum di Taipei. Nah, museum di Taipei ini ternyata banyak pengunjung orang lokal juga dan semua museum ramai. Aku senang dengan orang yang menghargai sejarah negara mereka sendiri seperti ini.

Hal berharga apa saja yang kamu dapatkan dari petualangan di Taipei kemarin?

Banyak hal yang aku dapatkan dari petualanganku di Taipei kemarin. Saat berkunjung ke Jiufen, ternyata memang secantik itu lokasinya. Hal ini tidak akan pernah aku lupakan, bahagia banget akhirnya bisa berkunjung ke Jiufen sebagai inspirasi dari film Spirited Away.

Selain itu, aku merasa lemah banget waktu berkeliling kota Taipei. Semua orang jalan kaki tanpa rasa lelah padahal panasnya sampai 35derajat. Bahkan, kakek-kakekĀ  memakai jas masih semangat jalan kaki untuk berangkat kerja. Di Taipei aku jarang menemukan tempat sampah, tapi semua jalanan bersih dari sampah gak ada orang buang sampah sembarangan.

Menurutku, orang di sini semuanya sangat tertib dan teratur. Tidak ada yang melanggar lampu lalu lintas, menyebrang pada tempatnya, dan mengantri sesuai aturan. Hal yang membuat aku lebih takjub adalah priority seat di semua kendaraan umum benar-benar digunakan sama orang yang membutuhkan. Kalau tidak ada orang tua, wanita hamil, atau disabilitas, priority seat itu tetap kosong.

Ada lagi hal yang membuat lebih takjub, saat naik bus semua bangku sudah penuh. Setelah ada yang kosong kakek dan nenek berantem saling nyuruh duduk, padahal mereka sama tuanya loh. Akhirnya nenek yang duduk dan kakeknya seperti bilang kalau dia itu masih kuat dalam bahasa mandarin.

Petualanganku di Taipei ini tidak akan pernah kulupakan sih. Taipei penuh dengan orang baik dan ramah. Sebelumnya aku berpikir orang China itu seperti China Mainland semua, ternyata warga Taipei berbeda sekali dari yang aku bayangkan. Meskipun mereka tidak mengerti aku berbicara apa, tapi mereka tetap membantuku sebisanya. Mulai hari ini, aku kan lebih aktif jalan kaki dan olahraga supaya tidak kalah dengan kakek nenek di Taipei yang kuat jalan kaki tanpa lelah.